Top Social

Featured Posts Slider

Image Slider

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
1/16/2016

Tahu Tes UKBI??


UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), sebagaimana TOEFL, juga merupakan jenis tes kemahiran berbahasa (language proficiency test), dalam hal ini bahasa Indonesia. Berbeda dari tes pencapaian (achievement test), tes kemahiran berbahasa mengacu pada kriteria situasi penggunaan bahasa yang dialami atau dihadapi oleh peserta uji, sedangkan tes pencapaian merupakan sebuah tes untuk mengukur hasil belajar (misalnya Ujian Nasional).

Dengan kata lain, UKBI menguji keterampilan berbahasa Indonesia seseorang secara alamiah. Seberapa sering orang tersebut melakukan praktik berbahasa Indonesia, seperti mendengarkan dan berbicara dalam berbagai situasi kebahasaan, membaca berbagai bacaan berbahasa Indonesia, serta menulis berbagai jenis teks dalam bahasa Indonesia, akan menentukan kemahirannya dalam berbahasa Indonesia melalui tinggi rendahnya skor UKBI yang dicapainya.

Pengembangan UKBI 

Gagasan pengembangan UKBI telah dimulai sejak 1980-an, yaitu saat pelaksanaan Kongres Bahasa Indonesia IV pada 1983 dan Kongres Bahasa Indonesia V tahun 1988. Pada saat itu tercetus beberapa pendapat yang mempertanyakan mengapa orang-orang Indonesia yang akan melanjutkan studi atau akan bekerja ke luar negeri harus lolos TOEFL dengan skor tertentu. Sementara, orang asing yang belajar atau bekerja di Indonesia tidak perlu melalui serangkaian tes bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, pada 1990-an, Pusat Bahasa (saat ini bernama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) mulai menyusun dan membakukan UKBI sebagai sarana pengukur kemahiran berbahasa Indonesia. Pembakuan UKBI itu sendiri berawal pada 2003, terutama setelah UKBI mendapatkan SK Mendiknas Nomor 152/U/2003.

Pada 2004, UKBI telah terdaftar dengan hak cipta Nomor 023993 dan Nomor 023994, 8 Januari 2004 dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Di tahun itu juga, UKBI berbasis komputer juga telah dikembangkan sebagai sarana pengujian melengkapi UKBI berbasis kertas dan pensil. Selanjutnya, dua tahun kemudian, UKBI diluncurkan secara resmi oleh Mendiknas dan pada 2007 dikembangkan UKBI berbasis jaringan (UKBI daring/on line).

UKBI juga telah masuk dalam amanat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009, tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa. Materi tes UKBI terdiri atas lima seksi, yaitu empat seksi menguji keterampilan berbahasa, serta satu seksi menguji kaidah dan pemahaman tata bahasa Indonesia.

Seksi pertama, yaitu Mendengarkan, bertujuan menguji keterampilan seseorang dalam memahami dengaran. Seksi kedua, yaitu Merespons Kaidah, bertujuan menguji pemahaman kaidah dan tata bahasa Indonesia. Seksi ketiga, yaitu Membaca, bertujuan menguji keterampilan seseorang dalam memahami bacaan.

Berbeda dengan seksi pertama hingga ketiga, yang semua soalnya berbentuk pilihan ganda, seksi keempat atau Menulis terdiri dari satu soal berupa gambar yang dapat disertai dengan data-data tertentu berbentuk grafik atau tabel. Seksi ini bertujuan menguji keterampilan menulis peserta uji dengan cara memahami dan menyajikan pendapatnya terkait gambar tersebut dalam wacana tulis.

Terakhir, seksi kelima, yaitu Berbicara, juga hanya terdiri atas satu soal yang berupa gambar yang dapat disertai dengan data berupa grafik atau tabel. Seksi ini bertujuan menguji keterampilan berbicara dengan cara meminta peserta uji memahami soal dan menyajikan pendapatnya tentang soal tersebut dalam bentuk wacana lisan.

Peserta tes yang telah menyelesaikan UKBI akan mendapatkan sertifikat. Di dalam sertifikat ini tertera hasil UKBI yang telah dicapainya, baik tiap seksi maupun secara keseluruhan.

Adapun hasil UKBI secara keseluruhan terbagi menjadi tujuh peringkat (predikat), yaitu peringkat I (Istimewa), peringkat II (Sangat Unggul), peringkat III (Unggul), peringkat IV (Madya), peringkat V (Semenjana), peringkat VI (Marginal), dan peringkat VII (Terbatas). Setiap peringkat tersebut berada pada rentang skor tertentu, yaitu dari 0-900, dan setiap rentang skor mengandung interpretasi kemampuan si peserta uji.

UKBI dapat diikuti oleh seluruh penutur bahasa Indonesia, baik orang Indonesia maupun orang asing. Hingga saat ini, UKBI telah diikuti oleh berbagai profesi, baik kependidikan maupun non-kependidikan.

Sejak 2001 hingga tahun 2012 tercatat peserta tes UKBI di seluruh Indonesia telah mencapai 22.255 orang dari berbagai profesi, seperti guru, dosen, mahasiswa dan siswa, wartawan, editor, staf kedutaan negara-negara asing, dan karyawan bank asing. Namun, jumlah itu sesungguhnya masih sangat kecil. Jika dibandingkan dengan jumlah guru bahasa Indonesia di seluruh Indonesia saja, misalnya, jumlah itu bahkan belum sampai setengahnya.

Kepentingan khusus 

Keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan UKBI yang memang masih rendah itu tentu berkaitan dengan banyak hal. Di samping mungkin merasa tidak perlu, mengingat bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi yang dituturkan sehari-hari, masyarakat juga mungkin merasa tidak diwajibkan.

Namun, bahasa Indonesia bagi orang Indonesia pada umumnya bukanlah bahasa pertama. Bahasa pertama (bahasa ibu) kita sebagai orang Indonesia pada umumnya adalah bahasa daerah, sedangkan bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua. Oleh karena itu, sebenarnya UKBI sangat perlu untuk diikuti oleh orang Indonesia sekalipun.

Lebih dari itu, sesungguhnya, sangat jelas bahwa tes kemahiran berbahasa semacam UKBI ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan khusus. Misalnya, dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, seleksi penerimaan pegawai profesi tertentu, bahkan seleksi penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Mahasiswa tentu tidak lepas dari tugas-tugas berupa makalah, juga menyusun skripsi, tesis, atau disertasi pada akhir masa studinya nanti. Semua itu akan mereka tulis dalam bahasa Indonesia.

Sementara itu, pegawai profesi tertentu, seperti wartawan, editor, penerjemah, dan karyawan asing dalam kesehariannya tentu dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dalam bahasa Indonesia. Khusus untuk wartawan, editor, dan penerjemah, keahlian mereka menulis dalam bahasa Indonesia mutlak sangat penting. Bagi karyawan asing yang bekerja di Indonesia, bahkan tak hanya menulis, berbicara pun mereka perlu menggunakan bahasa Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan PNS? Pegawai yang satu ini merupakan pegawai pemerintah. Cinta bahasa Indonesia sudah tentu harus mereka tanamkan dan wujudkan dalam keseharian, terutama dalam forum-forum resmi yang mereka ikuti.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya jika UKBI juga mereka ikuti pada saat seleksi penerimaan pegawai. Apalagi, pegawai pemerintah yang merupakan seorang guru atau dosen, yang sehari-hari pasti menyampaikan materi, baik lisan maupun tulis, dalam bahasa Indonesia, kepada para siswa atau mahasiswanya. Nah, sudah jelas bukan manfaat dan pentingnya UKBI? Jadi, tunggu apalagi? Ayo, ikut UKBI! 
5/14/2015

Google siap Datangkan Akses Internet Cepat ke Indonesia!!

Facebook saat ini telah mempunyai program akses internet gratis internet.org di Indonesia. Dan tidak lama lagi, Google juga berniat untuk mendatangkan salah satu program miliknya ke tanah air. Program tersebut bukanlah akses internet gratis seperti halnya Facebook.

Namun Google akan memberikan koneksi internet cepat kepada para pengguna perangkat mobile di Indonesia.

Sebagai langkah awal, pihak Google akan melakukan pengujian akses internet cepat miliknya pada tanggal 14 Mei mendatang. Tak seperti akses internet 4G LTE, Google hanya membutuhkan koneksi jaringan 2G. Dengan memakai teknologi berbasis transcoding, Google bisa meningkatkan kecepatan internet menjadi empat kali lipat. Hal ini bisa diperoleh karena teknologi tersebut memberikan tampilan web yang lebih sederhana.
5/12/2015

Tempat Wisata di Surabaya yang Wajib diKunjungi

Surabaya adalah ibukota dari Provinsi Jawa Timur dan surabaya merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia. Selain merupakan pusat bisnis dan pendidikan di Jawa Timur, kota yang dikenal sebagai "Kota Pahlawan" ternyata juga memiliki banyak tempat wisata menarik dan wajib untuk di kunjungi. Tempat wisata apa saja yang wajib dikunjungi di Surabaya?





1. Wisata Hutan Mangrove Wonorejo

Ada yang sudah pernah ke sini? Tempat ini sangat indah dan wajib untuk di kunjungi, Karena tempat ini memadukan keindahan alam Mangrove yang tidak kalah dengan keindahan tempat wisata lainnya.

Wisata Hutan Mangrove Wonorejo adalah salah satu tempat wisata di Surabaya yang paling favorit untuk kategori wisata alam. Jauh dari keramaian kota, Hutan Mangrove Wonorejo adalah tempat yang cocok untuk menikmati ketenangan alam. Berlokasi deket dengan Bandara Juanda Surabaya, Hutan Mangrove Wonorejo menawarkan keindahan alam yang alami. Di Hutan Mangrove Wonorejo anda dapat berjalan menyusuri jembatan bambu di atas air dan menembus hijaunya Hutan Mangrove Wonorejo. Alternatif lain adalah menikmati Wisata Hutan Mangrove Wonorejo dengan menggunakan perahu.




2. Tugu Pahlawan

Siapa yang tidak tahu "Tugu Pahlawan". pasti semua orang tidak asing mendengarnya. ya Tugu Pahlawan ini tempat yang sangat wajib di kunjungi menurut saya, karena ini adalah titik awal dimana kita bisa melihat dokumentasi arek-arek suroboyo melawan belanda pada jamannya dahulu.

Tugu Pahlawan merupakan sebuah monumen yang paling terkenal di kota Surabaya. Monumen yang terletak di Jalan Pahlawan ini mempunyai tinggi lebih dari 40 meter dan berbentuk sepeti paku terbalik. Tugu Pahlawan dibuat di atas lahan seluas lebih dari 1 hektar untuk memperingati dan menghormati seluruh prajurit Surabaya yang gugur dalam perang melawan para penjajah. Selain itu, di bawah tanah Tugu Pahlawan juga terdapat museum berisi foto-foto dokumentasi.

3. Rumah Batik

Sebenarnya saya belum pernah ke sini, tapi teman-teman saya menyarakan agar saya bisa mengunjungi tempat ini yang berlokasi di Jalan Tambak Dukuh, dan mempunyai lebih dari 2.000 lembar dengan corak dan motif berbeda dan berasal dari berbagai tempat di Indonesia. dan katanya "Rumah Batik ini pernah mendapatkan rekor batik dengan logo Surabaya Terbesar".







Sementara 3 tempat itu dahulu, nanti kalau saya sudah menjelajah tempat wisata lainnya akan saya update lagi dimana saja tempat wisata yang wajib di kunjungi di surabaya.

Mungkinkah Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Internasional?



Mungkinkah bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional??? Menurut Profesor Dr Handayani, seorang Guru Besar Bahasa Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), bahasa Indonesia punya potensi digunakan sebagai bahasa internasional, pasalnya saat ini bahasa Indonesia juga dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia. beberapa diantaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Prof Dr Handayani memberikan contoh, di Australia, sekitar 500 sekolah telah mengadopsi bahasa Indonesia sebagai program studinya. Inilah alasan kuat kenapa kemungkinan bahasa Indonesia juga berpeluang menjadi bahasa internasional. Bahkan ia juga menambahkan bahwa saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di ASEAN turut membuka program studi bahasa Indonesia. “Baru-baru ini di salah satu perguruan tinggi di Filipina juga telah membuka program studi Bahasa Indonesia, begitu juga di Inggris,” ujar Prof Dr Handayani.

Dengan semakin dikenalnya bahasa Indonesia, Prof Dr Handayani berharap kedepannya bahasa Indonesia semakin banyak dipelajari sehingga menjadi salah satu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. “Tidak heran kalau beberapa tahun ke depan, bahasa Indonesia akan banyak dipelajari dan menjadi bahasa internasional.” tandasnya.

Bahasa Indonesia adalah kebanggan bangsa Indonesia, untuk itu kita sebagai generasi muda Indonesia penggunaan bahasa Indonesia harus lebih diminati dengan terus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Masuknya serapan asing, singkatan kata atau bahasa gaul kerap kali ‘mencederai’ makna atau arti kata yang sebenarnya dalam Bahasa Indonesia. Banggalah dengan bahasa Indonesia, karena dengan begitu eksistensi bangsa semakin bersinar, sehingga mampu bersaing dan diakui dunia.

Ada 5 alasan kenapa Bahasa Indonesia patut dibanggakan :

1. Bahasa Sopan dari Melayu
Dalam sejarah tertuliskan bahasa indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau. Menurut buku yang ditulis Jan Huygen dalam bukunya Itinerario disebutkan bahwa bahasa Melayu terkenal dengan bahasa yang paling sopan di kawasan timur. Meski bahasa Melayu dulu dan bahasa Indonesia kini sudah berbeda, tapi kebanggannya tetap sama karena sampai dengan saat ini bahasa indonesia masih menjadi bahasa yang mulia.

2. Bahasa paling mudah
Berbeda dengan bahasa asing yang lain, karena bahasa indonesia merupakan bahasa yang mudah dan bahasa indonesia memiliki tingkatan kata atau kalimat yang sangat mudah dimengerti.  Setiap pengucapan kata atau kalimat untuk semua situasi, meskipun terjadi kemarin, sekarang ataupun lusa, kata yang digunakan tetap sama.

Contoh kalimat:
Kemarin :  Ibu membeli jeruk kemarin sore
Sekarang : Ibu membeli jeruk saat ini
Dari kalimat diatas coba bandingkan dengan bahasa Inggris beriku ini
Kemarin : Yesterday my mother bought some oranges
Sekarang : My mother buy some oranges.

3. Bahasa Indonesia unik
Meski berasal dari Melayu, namun bahasa indonesia punya karakteristik yang berbeda, baik dari susunan kata maupun pengucapannya. Malaysia juga terkenal dengan bahasa Melayu-nya, meski aksen dan artinya hampir mirip, bahasa indonesia lebih enak didengar dan dimengerti karena bahasa indonesia merupakan bahasa satu-satunya di dunia. Misalnya : berputar (indonesia), pusing-pusing (Malaysia) yang dalam bahasa indonesia pusing artinya adalah sakit kepala.

4. Bahasa yang sangat kaya
Jika diurutkan sejarah, seperti diketahui bahasa Melayu adalah bahasa pasar. Bahasa pasar tercipta dari gabungan bahasa-bahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia yang dulu sempat singgah di Melayu. Karena pada awalnya bahasa indonesia adalah bentukan dari bahasa pedagang dari seluruh dunia, maka bahasa indonesia memiliki ribuan kata yang diserap dari bahasa beberapa bangsa di dunia. Penambahan kosakata baru, baik diserap dari bahasa asing maupun dari bahasa daerah, hingga pada akhirnya ejaannya disempurnakan.  Proses itulah yang menyebabkan bahasa indonesia begitu kaya.

5. Bahasa Indonesia kian dikenal bangsa lain
Tak hanya di Indonesia, bangsa lain pun ternyata berminat belajar dan mengenal bahasa Indonesia. Australia contohnya, mereka tertarik dengan bahasa indonesia karena mengagumi budaya indonesia. Sebagai warga indonesia seharusnya kita bangga dengan kekayaan leluhur, jadi kemungkinan bahasa indonesia nantinya dijadikan bahasa internasional bisa saja terwujud.

Lalu bagaimana teman? semakin cinta bukan kita dengan bahasa kita sendiri yaitu "Bahasa Indonesia" masa kalah sama dengan negara tetangga kita yang mempelajari bahasa kita. ayo mari kita gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mulailah dengan hal yang kecil kawan, siapa tahu bisa berguna untuk anak cucu kita nanti.