Top Social

Featured Posts Slider

Image Slider

Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan
12/18/2019

Cara Mengoptimalkan SEO

Image result for SEO"

Jika Anda hendak membuat website yang sukses, ada baiknya Anda pertimbangkan juga untuk membangun blog di dalam website tersebut.

Gunanya, selain untuk meningkatkan kepercayaan pada pengunjung, juga untuk memberikan kredibilitas di mata search engine.

Mungkin Anda bertanya, “Bagaimana blog bisa meningkatkan kepercayaan di mata pengunjung?”

Coba bayangkan, apa jadinya kalau ada orang datang ke toko kita dan tanya-tanya ke pelayan toko, tapi si pelayan toko tadi ngga mudeng soal produk kita. Istilahnya, product knowledge nya nol. Ehm, agak memalukan ya pastinya…

Nah, blog bisa difungsikan seperti itu.

Para pengunjung mungkin tidak menemukan produk / layanan yang dia cari. Namun ketika keliling membaca konten lain yang terdapat di dalam blog kita, siapa tahu dia menemukan informasi lain yang bisa jadi dia butuhkan.

Ingat, kata kuncinya adalah “INFORMASI”.

Sehingga perlahan namun pasti, di dalam dirinya akan tumbuh rasa percaya bahwa website kita layak untuk dijadikan rujukan / referensi perihal produk atau layanan yang sedang di cari.

Begitu juga bagi search engine.

Blog merupakan salah satu unsur yang penting supaya website kita memenuhi tujuannya. Jika konten senantiasa kita update, mereka para bot search engine ini akan semakin suka.

Soal bagaimana cara membuat blog, kalau kita menggunakan website WordPress tentunya hal ini akan sangat mudah, ngga perlu pusing-pusing lagi gimana caranya bikin fitur blog. Karena sebagai CMS, WordPress sudah menyediakan fasilitas ini.

Persoalannya sekarang, bagaimanakah kita membuat blog yang disukai oleh mesin pencari?

Image result for SEO"

Cara SEO Website Menggunakan Blog

1. Tentukan tema atau topik blog – sebelum blog kita buat, tentukanlah topik utama yang akan kita usung, karena nantinya akan menjadi judul blog yang kemudian dijabarkan menjadi deskripsi blog. Tentunya topik ini juga relevan dengan website kita secara keseluruhan.

2. Riset kata kunci / keyword (KW) – lakukanlah ini dahulu ketika hendak menulis blog, kemudian ada baiknya jangan terlalu ingin mengejar keyword yang potensi trafiknya besar. Mulailah dari yang potensinya kecil, yang penting kita harus memahami prinsip kerjanya. Kalau sudah bisa muncul di hasil pencarian dengan keyword yang ringan, barulah kita tingkatkan dengan menggunakan keyword yang persaingannya berat. Prinsipnya, yang penting bisa muncul di hasil pencarian dulu, pakai keyword yang ringan tidak masalah.

3. Posting yang relevan – dan buatlah konten yang berkualitas. Bikin konten yang unik dan bermanfaat, tapi jangan keluar dari topik utama blog. Lalu buat link antar halaman, jadi antar halaman saling mempromosikan. Kalau banyak halaman yang dibaca pengunjung maka blog dianggap berkualitas.

4. Persiapkan SEO ONPAGE – contohnya seperti mengoptimalkan penggunaan kata kunci di bagian Meta Title, Meta Deskripsi, dst, sesuai hasil analisa keyword.

5. Indexing – sambil menunggu postingan Anda masuk di Google, Anda bisa share ke social media supaya postingan tersebut lebih cepat terindex oleh Google.

6. Lakukan SEO OFFPAGE – contohnya bisa menggunakan pola backlink commenting, backlink wheel / piramida, submit ke social bookmark, dst.

Kalau saya boleh bilang, 6 langkah tersebut merupakan intisari dari upaya SEO basic. Nggak ribet-ribet amat lah, sekalipun bagi pemula.

Yang agak berat adalah di persoalan penulisan artikel yang menarik dan menjual, sekaligus GOOGLE FRIENDLY supaya mudah ditemukan oleh GOOGLE. Karena bagaimanapun juga, membangun blog membutuhkan tekad yang kuat untuk menulis.

Nah, disinilah tantangannya.

7/05/2019

Bikin Konten Menarik Dan Efektif Di Instagram Story



Instagram story merupakan salah satu fitur Instagram yang menarik dan mungkin terbaik. Alasannya, dengan fitur ini, pengguna dapat berbagi gambar serta video dengan waktu tayang selama 24 jam, namun dengan durasi mini yaitu 15 detik. Sesuai buat berbagi gambar kegiatan spesial, penawaran spesial, ataupun cuma update kejadian dalam hidup Kamu.

Disamping itu, banyak pebisnis online di Instagram sudah menggunakan Instastory ini buat beriklan dan promosi. Sebab lebih dari 55 juta account Instagram aktif di Indonesia. Tempat dimana banyak orang, berarti ada banyak duit.
Kampanye Instagram Stories sudah teruji jadi salah satu kampanye dengan ROI paling tinggi dikala ini. Format iklan ini tidak cuma tingkatkan kinerja, namun pula menjangkau pelanggan secara efisien lewat konten yang engage. Berikut ini strategi beriklan di Instastory yang bisa Kamu jalani.
1. Relevansi
Anda harus membuat konten yang relevan dengan bidang bisnis Anda. Tunjukan bahwa Anda ahli di bidang nya. Misal, bisnis kamu tentang kosmetik dan skin care. Disini artinya, Kamu bisa membuat konten seputar review produk kecantikan, buat forum konsultasi, dll yang seputaran kecantikan pastinya. Tujuan nya menjalin engagement dengan followers.
2. Demo Produk
Demo produk memacu engagement. Berikan followers Anda cara penggunaan produk, atau perawatan produk, atau tutorial, unboxing, dll. Sehingga calon pembeli bisa melihat dulu bagian dalam produk yang Anda jual.
3. Highlight
Menu highlight akan berguna untuk merangkum produk atau konten yang ingin Kamu tunjukan kepada followers. Tujuan nya jelas, Instastory kan hanya 24 jam tayang, highlight bisa selamanya, jadi orang akan mudah menemukan produk yang mereka ingin lihat karena sudah dirangkum.
Supaya efisien, jangan lupa buat konten kalender atau perencanaan agar Kamu bisa share materi jualan dengan merata. Jangan lupa juga, gak cuma jualan, kamu harus punya materi branding.
6/20/2016

Cara Menghitung Nilai Bisnis Startup Anda


Google pernah menjadi startup. Begitu pula dengan Facebook, Twitter, LinkedIn dan sejumlah bisnis global yang sekarang Anda ketahui. Nah, apa yang disebut dengan startup, dan apakah bisnis Anda termasuk dalam kategori ini?

Startup adalah sebuah frasa yang merujuk pada bisnis muda yang baru mulai berkembang. Startup biasanya kecil dan awalnya dibiayai dan dioperasikan oleh segelintir pendiri atau justru satu individu saja. Mereka menawarkan produk atau jasa yang tidak ditawarkan di tempat lain, atau yang dipercayai oleh para pendirinya sedang ditawarkan pada pasar yang masih terbuka lebar.

Pada tahap awal, pengeluaran perusahaan startup cenderung melebihi pendapatan mereka. Terutama di tahap pengembangan, pengujian dan pemasaran ide. Dengan demikian, mereka membutuhkan pembiayaan, yang mana bisa berasal dari berbagai macam sumber. Misalnya pinjaman usaha kecil dari bank, atau penanaman modal dari venture capital dan pemerintah, atau dana patungan dari teman atau keluarga. Inkubator, adalah sebuah frasa ekslusif yang merujuk pada lembaga yang menyediakan modal dan saran kepada startup untuk berkembang, biasanya dimiliki oleh venture capital.

Akan tetapi, untuk mendapat pendanaan, sebuah Startup perlu membuktikan dulu potensinya. Di sinilah masalahnya. Karena revenue bukanlah fokus utama sebuah startup, maka Anda perlu mengembangkan metrik lain untuk menarik pembiayaan venture capital. Maka, ada baiknya jika kita mengetahui bagaimana sebuah investor menilai sebuah startup dalam absensi revenue.



Cost to duplicate

Seperti namanya, pendekatan ini melibatkan menghitung berapa banyak biaya untuk membangun bisnis lain yang sama dengan bisnis Anda dari awal. Investor tidak akan membayar lebih dari angka Cost to duplicate. Pendekatan ini akan melihat aset-aset fisik yang Anda miliki untuk mernghitung fair market value bisnis Anda.

Cost to duplicate dari bisnis software, misalnya, dapat digambarkan sebagai total biaya dari waktu pemrograman dalam merancang perangkat lunak. Sedangkan untuk startup hitech, bisa jadi biayanya meliputi penelitian dan pengembangan, perlindungan paten, dan pengembangan prototipe.

Pendekatan ini cukup objektif. Akan tetapi, masalah besarnya adalah pendekatan ini tidak mencerminkan potensi masa depan perusahaan untuk menghasilkan penjualan, keuntungan dan laba atas investasi. Terlebih lagi, pendekatan ini tidak mempertimbangkan aset-aset tidak berwujud, seperti brand value, yang mana mungkin dimiliki bisnis Anda bahkan pada tahap awal pengembangan. Aset-aset fisik perusahaan dan peralatan, mungkin hanyalah komponen kecil dari net worth bisnis Anda yang sebenarnya.



Market multiple

Investor, venture capital, menyukai pendekatan ini. Karena pendekatan ini memberikan mereka indikasi yang cukup baik dari harga yang bersedia ditawarkan pasar untuk membayar sebuah perusahaan. Pada dasarnya, pendekatan ini menilai perusahaan sesuai akuisisi yang baru-baru ini terjadi di perusahaan sejenis.

Katakanlah perusahaan perangkat lunak aplikasi mobile bisa terjual seharga lima kali angka penjualan mereka. Mengetahui harga yang bersedia dibayarkan investor untuk perangkat lunak mobile, Anda bisa menggunakan ‘lima kali’ ini sebagai dasar untuk menilai bisnis aplikasi mobile Anda. Sedangkan untuk bisnis dengan karakteristik yang berbeda, tentu saja harus menyesuaikan. Misalnya perusahaan software ponsel Anda, berada pada tahap awal pengembangan daripada bisnis lain yang sebanding, maka lebih baik Anda mengambil kelipatan lebih rendah dari lima, mengingat bahwa investor akan mengambil lebih banyak risiko.

Pendekatan ini, bisa dibilang, memberikan perkiraan nilai yang cukup matang untuk harga yang bersedia dibayarkan investor. Sayangnya, ada pula halangannya. Yaitu transaksi pasar untuk bisnis yang sebanding mungkin bisa sangat sulit untuk ditemukan. Tidak selalu mudah untuk menemukan perusahaan dengan perbandingan yang dekat, terutama di pasar startup, yang mana seluruh ide bisnisnya unik. Bahkan, kesepakatan seringkali dirahasiakan.



Discounted Cash Flow (DCF)

Bagi kebanyakan startup, terutama mereka yang belum mulai menghasilkan laba, nilai mereka bisa bertumpu pada potensi masa depan mereka. Analisa DCF kemudian menjadi pendekatan penilaian yang penting. DCF melibatkan proyeksi berapa banyak arus kas yang akan dihasilkan perusahaan di masa depan, dan kemudian, menggunakan tingkat pengembalian yang diharapkan atas investasi, menghitung berapa banyak arus kas tersebut bernilai.

Masalahnya dengan DCF adalah kualitasnya tergantung pada kemampuan analis untuk meramalkan kondisi pasar di masa depan dan membuat asumsi yang tepat tentang tingkat pertumbuhan jangka panjang. Dalam banyak kasus, memproyeksikan penjualan dan laba di beberapa tahun ke depan menjadi sebuah permainan tebak-tebakan.



Valuation by stage

Terakhir, adalah pendekatan Valuation by stage. Sering digunakan oleh perusahaan ventura capital dan angel investor untuk menilai sebuah startup. Mereka memiliki aturan mengenai nilai-nilai yang telah mereka tetapkan terhadap sebuah bisnis, tergantung pada di tahap mana startup itu  berada. Semakin jauh perusahaan berkembang, risiko perusahaan lebih rendah, dan nilainya jadi lebih tinggi. Sebuah model valuation by stage mungkin akan terlihat seperti ini:

25 juta – 50 juta: Memiliki ide bisnis atau rencana bisnis yang menarik.
50 juta – 100 juta: Memiliki tim manajemen yang kuat untuk melaksanakan rencana tersebut.
100 juta – 200 juta: Memiliki produk atau teknologi prototipe final.
200 juta – 500 juta: Memiliki partner strategis, atau tanda-tanda basis pelanggan.
500 juta dan seterusnya: Memiliki tanda-tanda pertumbuhan pendapatan dan jalur profitabilitas yang jelas.

Nilai rentang akan bervariasi. Tergantung pada perusahaan dan investor. Tapi kemungkinan besar, startup yang memiliki tidak lebih dari sebuah business plan, akan mendapatkan penilaian terendah dari semua investor. Sedangkan bagi bisnis yang berhasil memenuhi tingkat perkembangan tertentu, investor akan bersedia untuk menetapkan nilai yang lebih tinggi.

Menilai sebuah startup lebih merupakan seni daripada ilmu. Ungkapan ini boleh dibilang cukup akurat. Namun, keempat pendekatan di atas setidaknya akan membuat seni menjadi sedikit lebih ilmiah. Nah Sobat Studentpreneur, apakah bisnis Anda termasuk di tahap startup? Berapa nilainya? Jika sudah jelas, sekarang Anda bisa mengajukannya ke dalam proposal modal kepada para venture capital. Semoga berhasil.

6/16/2016

9 Kunci Sukses Untuk Startup Supaya Tidak Jalan di Tempat

Dok. Adviceandbeans

Perusahaan rintisan atau start-up yang berbasis inovasi, kreativitas, dan teknologi kini populer di kalangan muda. Untuk meraih kesuksesan, tentunya diperlukan visi dan strategi khusus.

Seiring kemajuan era teknologi informasi, peluang bagi anak-anak muda kreatif untuk mendirikan perusahaan rintisan atau lazim disebut startup semakin terbuka. Setiap tahun, bahkan setiap bulan, terus bermunculan startup baru lahir di Indonesia. Banyak yang bertahan hingga terus bertumbuh besar. Nama-nama pendiri startup seperti Ahmad Zaky, pendiri situs jual beli online Bukalapak.com, William Tanuwijaya, pendiri situs jual beli online Tokopedia.com, atau Ferry Unardi pendiri situs pemesanan tiket pesawat Traveloka.com, memberikan inspirasi kesuksesan.

Pertanyaannya kini, bagaimana sesungguhnya untuk bisa menjadi pebisnis startup yang berhasil? Bagaimana membawa startup yang dibuat berkembang lebih besar, dan bukannya ‘jalan di tempat’, bahkan malah membubarkan diri? Berikut sembilan cara yang biasa ditempuh pebisnis startup yang sukses:

1. Think big (berpikir besar)

Mulailah dengan think big (berpikir besar). Gunakan imajinasi untuk memimpikan kehidupan atau sukses yang benar-benar kamu inginkan. Visualisasikan diri kamu, seolah-olah telah mencapai hal-hal besar di masa depan. Seorang Steve Jobs pendiri Apple misalnya, ia mampu berpikir besar dengan mencoba memahami kebutuhan manusia yang pada dasarnya selalu menginginkan sesuatu yang baru, dalam hal ini ‘karya seni’ berbasis teknologi. Bagi Steve Jobs, teknologi tanpa nilai seni hanya berujung pada kehambaran. Sehingga lahirlah iPod dan iPhone yang fenomenal di tangannya.

2. Tekad yang kuat

Agar semua pikiran besar tak berhenti pada wacana belaka, butuh tekad yang kuat, persiapan dan kemampuan yang diasah melalui berbagai ujian dan tantangan. Sebab hanya dengan tindakan dan aksi nyata, semua pikiran besar itu akan mampu diwujudkan menjadi karya-karya besar yang membawa kesuksesan. Melangkahlah terus dengan tekad dan keyakinan kuat, tahap demi tahap dan melalui proses yang dilandasi perjuangan sepenuh hati, maka prestasi besar akan menanti.

3. Pantang menyerah

Kata-kata ‘pantang menyerah’ sepertinya mudah diucapkan. Namun pada kenyataannya, banyak yang memilih untuk menyerah karena merasa memang sudah berjuang maksimal, dan belum memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Namun untuk sukses, kita harus memiliki semangat pantang menyerah, berjuang memaksimalkan segala potensi diri.

Pelajarilah kisah tokoh-tokoh sukses ternama yang bisa jadi inspirasi. Hampir semua kisah mereka, pasti ada perjuangan berat, bahkan sangat berat, yang telah dilewati. Karena itu jangan merasa patah arang saat semua ujian seolah sedang tertimpakan pada kita. Tapi lihat dan fokus ke depan. Tumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri. Sebab dengan sikap tersebut, kita akan mampu mengelola pikiran dan tindakan untuk memaksimalkan segala kesempatan dan bangkit menuju kemenangan.

4. Pertajam potensi diri

Selalu aktif untuk menggali potensi diri dan pertajam terus potensi yang sudah dimiliki. Gali lagi apa yang menjadi kelebihan kamu, dan terus konsentrasi serta kembangkan agar menjadi sumber daya yang lebih terampil dan matang. Mintalah bantuan di area yang tidak dikuasai. Jika ada waktu, bisa dilakukan dengan mengikuti pelatihan atau yang sejenisnya.

5. Inovasi dan rencanakan dengan baik

Dalam membangun bisnis, kamu harus terus berinovasi mencari ide segar yang orisinil serta layanan yang ditawarkan bisa menang di pasar, setidaknya pasar lokal. Kemampuan untuk menetapkan sasaran,  membuat strategi dan skenario pengembangan bisnis yang logis, serta memiliki prospek untuk lebih berkembang, dan didukung tim yang baik dan solid adalah keterampilan yang diperlukan untuk mencapai sukses.

6. Bekerja lebih keras

Setiap pengusaha sukses bekerja lebih keras. Seperti yang dikatakan Brian Tracy dalam bukunya Maximum Achievement, “Kamu bekerja selama delapan jam sehari untuk bertahan hidup, selebihnya setelah delapan jam adalah untuk kesuksesan.” Tidak ada orang yang sukses hanya dengan berpangku tangan. Jika kamu baru memulai bisnis baru, kamu harus ‘nafas’, ‘makan’ dan ‘minum’, dengan bisnismu sampai benar-benar tumbuh berjalan. Kamu bahkan mungkin perlu bekerja 10-16 jam sehari, kala orang lain bekerja delapan jam sehari.

7. Terus memperluas jaringan

Bisnis selalu memerlukan bantuan. Terlebih lagi bagi yang baru memulainya, dan ingin naik ke level yang lebih tinggi. Sangat penting membentuk aliansi dengan orang-orang yang dapat membantu mengembangkan bisnismu. Untuk itu, harus memiliki keterampilan berjejaring, didukung kejelian melihat peluang.

8. Belajar dan belajar

Tak dapat disangkal lagi, dunia akan terus berkembang dinamis dan berubah. Untuk itu, jika tidak ingin tertinggal dan tetap eksis dalam segala perubahan, kamu harus menata diri dengan belajar dari segala kehidupan yang dijalani. Rasa ingin tahu, tertarik dan membuka diri pada pengetahuan baru, adalah modal utama mencapai sukses. Kemauan belajar jadi hal penting, seiring pesatnya perkembangan teknologi dalam bisnis.

9. Disiplin pribadi

Disiplin pribadi adalah kunci keberhasilan. Orang yang menginginkan kesuksesan, tapi malas untuk mendisiplinkan diri melakukan segala sesuatu dengan terencana, teratur, dan konsisten untuk meraih impian yang ingin dicapai dalam hidup, maka sukar meraih kesuksesan. Untuk itu tingkatkan disiplin, buang kemalasan, atau sikap menunda-nunda pekerjaan, karena itu semua akan menjauhkan diri dari kesuksesan yang ingin dicapai.
4/23/2016

Apa Bedanya Startup dengan Korporat?



Mana yang lebih menyenangkan dalam bekerja, apakah di startup atau korporat? Mungkin kebanyakan orang menginginkan bekerja pada sebuah Startup, namun disisi lain, bekerja pada sebuah perusahaan korporat yang mempunyai regulasi Multinational Corporation (MNC) saat ini lebih umum kita temui.

Nampaknya akan nampak perbedaan yang cukup signifikan antara startup dan korporat, dimana seperti yang sering kita lihat, sebuah kantor perusahaan konvensional / korporat mengharuskan untuk berpakaian seperti jas formal, sisir rambut dengan rapi, sepatu hitam yang berkilau, dan masih banyak lagi, sementara startup tidak mengharuskan aturan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, sebuah gambaran ilustrasi tentang perbedaan startup dan korporat (MNC).

1. Meeting.

Meeting Ala Startup vs Meeting Perusahaan Formal

Dalam kegiatan meeting atau berdiskusi memiliki cara yang berbeda. Perusahaan startup lebih pada sebuah pendekatan secara verbal dan terkesan santai tapi serius. Sedangkan pada perusahaan formal / konvensional / korporat lebih cenderung memperhatikan tata cara yang sudah menjadi tradisi sebuah perusahaan besar.

2. Fasilitas

Tempat Duduk Ala StartUp vs Kursi Boss atau Karyawan Firma
Karena startup adalah bisnis yang mempunyai unsur seni, maka semua hal yang kaku akan dibuat semenarik mungkin dan menghilangkan kesan “membosankan”.

3. Penampilan

Penampilan sesuai keinginan vs penampilan dengan kesan intelek
Startup merupakan bisnis yang fokus pada sebuah tujuan utama perusahaan itu sendiri, bukan untuk mengatur harus memiliki gaya rambut sesuai ketertiban perusahaan formal. Sebagai contoh kita melihat Steve Job waktu masih muda, ia hanya mengenakan pakaian seadanya.

4. Human Resource

Kemampuan vs Ijazah

Startup membutuhkan skill seseorang untuk mengembankan bisnisnya tanpa harus terikat dengan sebuah ijazah terlebih dahulu. Sedangkan korporat memprioritaskan calon karyawannya memiliki sebuah nilai yang tertulis.

5. Sepatu

Sepatu kesukaan vs sepatu kebanggaan
Bekerja seperti bermain? ya itulah perbedaan startup dari korporat, tak harus dengan sepatu formal untuk segala aktifitas produksinya.
6. Jadwal

Colorful vs black and white (kaku)
Startup tak terikat oleh waktu, namun terkadang perlu jadwal khusus. Sementara untuk korporat sudah jelas tertera kapan waktunya berangkat kerja dan kapan waktunya pulang.
7. Pesta

Pesta terbuka vs Pesta Perusahaan yang wajar
pestaKesuksesan yang dicapai dirayakan dengan cara yang berbeda, startup bisa diadakan pada sebuah tempat hiburan, wisata, atau dimana saja. Sedangkan korporat lebih memilih untuk merayakannya pada sebuah tempat mewah seperti hotel berbintang atau restoran berkelas.
4/15/2016

4 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Mendirikan 'Startup' di Usia Muda


Kamu pasti sering dengar tentang startup, kan? Startup sebenarnya adalah sebuah perusahaan baru yang masih mencari model bisnisnya. Kini, banyak orang yang mengaitkan istilah ini dengan perusahaan teknologi yang dirancang untuk pertumbuhan yang pesat. Sebagian orang juga menganggap startup sebagai perusahaan teknologi yang terkemuka dan sukses.

Kalau kamu coba menyisir beberapa perusahaan teknologi ternama ternyata didirikan oleh anak muda. Contohnya, Bill Gates mendirikan Microsoft pada saat dia berusia 20 tahun. Sedangkan Steve Jobs melahirkan Apple di usia 21 tahun. Sementara Jeff Bezos masih berusia 30 tahu pada saat mendirikan Amazon. Gambaran ini menunjukkan, rata-rata startup didirikan oleh kaum muda. Kenapa?


Kamu yang masih muda belum punya tanggungan ekonomi. Mungkin ada sebagian di antara kamu yang menjadi tulang punggung keluarga. Tapi sebagian besar pemuda dan pemudia Indonesia belum berkewajiban untuk menafkahi keluarga. Nah, momen ini sangat tepat buatmu untuk memikirkan dan merumuskan sebuah konsep untuk membangun bisnis startup. Ketika kamu masih muda, energi, idealisme, dan antusiasme masih sangat besar. Inilah yang akan membuat startup lebih cepat berkembang.


Kaum muda punya banyak waktu. Mendirikan sebuah startup itu tidak mudah. Seperti membangun bisnis lain, menjawab kebutuhan asar melalui sebuah produk dan layanan membutuhkan sebuah konsep yang sempurna. Nah, kamu yang masih muda masih punya banyak waktu untuk menyicipi kegagalan. Gagal sekali bukan jadi halangan. Kamu masih punya banyak waktu untuk mengejar kesuksesan. 

Tidak takut gagal. Selain punya banyak waktu, anak-anak muda cenderung idealis dan ambisius. Dalam mendirikan sebuah bisnis, kamu pasti akan menemukan banyak rintangan. Kamu pun dituntut unutk mengambil langkah dan keputusan. Tidak ada sekolah menjadi orang sukes yang lebih baik dari kehidupan dan kegagalan. Karena itu, dengan dorongan, ambisi, dan segala mimpi, kamu bakal terus semangat tanpa takut dengan risiko yang besar. Bahkan mengalami kegagalan. 

Otak mudamu lebih mudah untuk menemukan ide yang kreatif. Menjawab kebutuhan konsumen serta mempertahankan eksistensi brand-mu di tengah persaingan yang ketat tidaklah mudah. Kamu harus mencari keunikan dan cara yang paling efektif dan mudah untuk memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat. Untuk kamu dituntut menjadi kreatif dan kritis.

2/06/2016

Apa itu Startup?



Apa itu Startup? Mungkin masih banyak orang yang belum memahami istilah ini. Kata Startup sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Menurut Wikipedia, Startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Defenisi diatas mungkin lebih pada terminologinya, namun menurut penulis akan lebih mudah jika istilah Startup diartikan sebagai perusahaan baru yang sedang dikembangkan. Mulai berkembang akhir tahun 90an hingga tahun 2000, nyatanya istilah Startup banyak “dikawinkan” dengan segala yang berbau teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut. Kenapa itu bisa terjadi?

Kembali melihat ke belakang  ternyata hal tersebut terjadi dikarenakan istilah Startup sendiri mulai popular secara internasional pada masa buble dot-com, lalu apa lagi buble dot-com  itu? fenomena buble dot-com adalah ketika pada periode tersebut (1998-2000) banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.

Pada masa itu sedang gencar-gencarnya perusahaan membuka website pribadinya. Makin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, Startup lahir dan berkembang. Namun menurut Ronald Widha dari TemanMacet.com, Startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.


Setelah berputar-putar mencari informasi tentang Startup lewat bantuan dari Google, ada informasi mengenai karakteristik dari sebuah perusahaan yang dapat di golongkan sebuah stratup. Beberapa karakteristik perusahaan Startup tersebut diantaranya:

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
  • Pendapatan kurang dari $ 100.000/tahun
  • Masih dalam tahap berkembang
  • Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
  • Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
  • Biasanya beroperasi melalui website
Dari karakteristik tersebut mungkin nampak bahwa stratup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan web. Namun faktanya memang seperti itu, kini perkembangan perusahaan yang lazim dilabeli nama Stratup adalah perusahaan yang berkenaan dengan dunia teknologi dan online.